HENRY SETIAWAN | PUTRA INDONESIA DI MICROSOFT

Posted: 10 Juni 2012 in TEKNOLOGI
Tokoh TIK - Henri Setiawan

Bagi sebagian orang, berprestasi dan berkarir di luar negeri itu glamor, mengejar penghasilan juga prestise. Karena itulah, tidak sedikit para ekspatriat Indonesia yang memilih bekerja di negeri orang.

Fenomena ini juga yang membuat pemerintah khawatir dengan jumlah orang pintar Indonesia yang semakin banyak, tetapi selalu direkrut negara-negara lain. Jumlahnya bertebaran.

Henry Setiawan, satu dari ratusan orang pintar Indonesia yang kini menjadi bagian dalam pengembangan produk Microsoft, di salah satu produk besutan perusahaan raksasa perangkat lunak, Bing.

Henry Setiawan yang asli kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, 33 tahun lalu itu, sebelum bergabung di Bing, ia kerap menjadi bagian di Messenger Server.

Bagi Henry, biar bagaimana pun, dan selama apa pun, bekerja di luar negeri, ia tetap bangga menjadi orang Indonesia, meskipun, tempat ia bekerja 70 persen dikuasai orang China dan India.

“Ketika di luar negeri, saya bangga sebagai orang Indonesia yang punya andil besar di Microsoft,” ujar Henry saat menjawab pertanyaan Okezone, beberapa waktu lalu.

Alasan itulah yang membuat pria bergelar PhD untuk Computer Science di University of Technology Sydney, Australia ini, selalu ingin kembali ke Tanah Air dan berkomunikasi dengan banyak orang Indonesia, dan satu hal yang terpenting adalah berkontribusi bagi anak-anak di Indonesia, khususnya di bidang teknologi.

“Saya sangat ingin sekali terus berada di Indonesia, dan bisa memberikan masukan ke anak-anak Indonesia,” tuturnya.

Posisi di Microsoft

Pria yang mengagumi Bill Gates (pendiri Mocrosoft) lantaran  menganggap sebagai sosok yang visioner ini, berharap suatu saat banyak anak Indonesia yang bergabung dengan perusahaan berlokasi di Redmond, Amerika Serikat.

Ia sekarang ini menduduki posisi Senior Software Design Engineer, menjadi bagian dari pengembangan Bing. Pria dua anak ini juga sesekali menjadi mentor ke junior untuk sharing pengetahuan.

Menyoroti kemampuan anak-anak Indonesia, ia melihat tidak kalah hebatnya, terlebih di bidang teknis. Namun yang menjadi sorotan Henry, banyak anak muda yang bekerja tanpa passion, improve dan mau mengembangkan kemampuan.

Putra dari pasangan Jan Setiawan dengan Ine Setiawan ini juga mengungkapkan, bekerja di luar negeri itu, memang dituntut untuk bisa mencari masalah dan membuat peluang. “Dan menjadi bagian dari pengembangan produk Microsoft merupakan pengalaman yang luar biasa,” urai  pria yang pernah juga mengenyam pendidikan di Singapura  mengambil Computer Enginering ini.

Bagaimana Masuk Microsoft

Lalu, bagaiman pria pendengar lagu David Foster ini sukses berkarir di Microsoft. Menurutnya, momentum datang ketika ia melanjutkan sekolah di Australia, pada 2006.

Ketika itu Microsoft membuka lowongan pekerjaan dan Henry pun mencoba, setelah mengikuti serangkaian tahapan serta proses wawancara selama enam jam, hingga akhirnya diterima, dan ia pun diboyong ke Redmond, Amerika Serikat (AS).

“Ada beberapa tahapan dan wawancara yang memakan waktu enam jam. Puji syukur saya diterima,” ungkap Henry yang mengaku pernah menjadi loper koran di Australia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s